I.
TEKNIK – TEKNIK PEMBELAJARAN
A.
TEKNIK PEMBELAJARAN INQUIRI
Metode inkuiri adalah metode pembelajaran dimana siswa
dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak
belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara
–cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian
lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan
bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secaraindividual maupun
kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh
siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian
tujuan (Ahmadi, 2005 : 52)
Proses inquiri adalah suatu proses khusus untuk
meluaskan pengetahuan melalui penelitian. Oleh karena itu metode inquiri
kadang-kadang disebut juga metode ilmiahnya penelitian. Metode inquiri adalah
metode belajar dengan inisiatif sendiri, yang dapat dilaksanakan secara
individu atau kelompok kecil. Situasi inquiri yang ideal dalam kelas matematika
terjadi, apabila murid-murid merumuskan prinsip matematika baru melalui bekerja
sendiri atau dalam grup kecil dengan pengarahan minimal dari guru. Peran utama
guru dalam pelajaran inquiri sebagai metoderator (Sutrisman, Tambunan, 1987 :
6.39).
Dalam hal ini untuk mewujudkan teknik pembelajaran
inkuiri, guru mengarahkan siswa melakukan percobaan agar mereka aktif alam
proses penemuan. Percobaan yang akan dilakukan boleh ari hal – hal yang
sederhana.
B.
TEKNIK PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME
Model pembelajaran konstruktivisme adalah salah satu
pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses
belajar (perolehan pengetahuan) diawali dengan terjadinya konflik kognitif.
Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengetahuan akan dibangun
sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan
lingkungannya. Konstruktivisme merupakan pandangan filsafat yang pertama
kali dikemukakan oleh Giambatista Vico tahun 1710, ia adalah seorang sejarawan
Italia yang mengungkapkan filsafatnya dengan berkata ”Tuhan adalah pencipta
alam semesta dan manusia adalah tuan dari ciptaan”. Dia menjelaskan bahwa
“mengetahui” berarti “mengetahui bagaimana membuat sesuatu”.Ini berarti bahwa
seseorang baru mengetahui sesuatu jika ia dapat menjelaskan unsur-unsur apa
yang membangun sesuatu itu (Suparno, 1997:24).
Kegiatan belajar adalah kegiatan yang aktif, dimana
siswa membangun sendiri pengetahuannya. Siswa mencari arti sendiri dari yang
mereka pelajari, ini merupakan proses menyesuaikan konsep-konsep dan ide-ide
baru dengan kerangka berfikir yang telah ada dalam pikiran mereka. Dalam hal
ini siswa membentuk pengetahuan mereka sendiri dan guru membantu sebagai
mediator dalam proses pembentukan itu.
Proses perolehan pengetahuan akan terjadi apabila guru
dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang ideal yang dimaksud disini adalah
suatu proses belajar mengajar yang sesuai dengan karakteristik IPA dan
memperhatikan perspektif siswa sekolah dasar. Pembelajaran yang dimaksud diatas
adalah pembelajaran yang mengutamakan keaktifan siswa, menerangkan pada
kemampuan minds-on dan hands–on serta terjadi interaksi dan
mengakui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya.
C.
TEKNIK PEMBELAJARAN SETS(SAINS, LINGKUNGAN, TEKNOLOGI,
DAN MASYARAKAT)
Secara umum dapat dikatakan bahwa pendekatan pembelajaran SETS memiliki makna
pengajaran sains yang dikaitkan dengan unsur lain dalam SETS, yakni lingkungan
teknologi, dan masyarakat. Sains tidak berdiri sendiri di masyarakat karena
keterkaitan dan ketergantungannya pada unsur-unsur tersebut. Dalam konteks
SETS, perkembangan sains dianggap dipengaruhi oleh perubahan pada lingkungan,
teknologi, juga kepentingan serta harapan masyarakat. Pada saat yang sama
hendaknya dipahami bahwa perkembangan sains itu sendiri juga memiliki pengaruh
kepada perkembangan teknologi, masyarakat serta lingkungan. Pembelajaran
SETS, tak hanya memperhatikan isu masyarakat dan lingkungan yang telah ada dan
mengaitkannya dengan unsur lain, akan tetapi juga pada cara melakukan sesuatu
untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan itu yang memungkinkan kehidupan
masyarakat serta kelestarian lingkungan terjaga sementara kepentingan lain
terpenuhi.
Itulah sebabnya kenapa pembelajaran SETS memberi
perhatian tinggi pada keterkaitan serta keterpaduan antar keempat unsur SETS
beserta urutannya. Dalam arti untuk membuat konsep sains berguna dalam
teknologi untuk memenuhi keperluan masyarakat, maka akibatnya pada lingkungan
perlu mendapat perhatian utama.
Apabila akibat pada lingkungan (baik fisik maupun
mental) sangat tidak menguntungkan, pembelajaran SETS tak menganjurkan
penggunaan konsep sains itu diteruskan ke bentuk teknologi yang dimaksud.
Sebaliknya apabila transformasi sains ke teknologi tersebut dianjurkan untuk
diteruskan guna memenuhi kepentingan masyarakat dalam konteks SETS, unsur
lingkungan merupakan filter dari unsur S (sains) untuk diubah menjadi T
(teknologi) dalam memenuhi kepentingan M (masyarakat).
Untuk mengarahkan siswa untuk belajar dengan teknik
SETS, guru mengarahkan untuk mengamati keadaan lingkungan contoh, siswa
mengamati dampak dari air limbah pabrik sawit yang dibuang ke sungai, dan
bagaimana kandungan yang ada dalam limbah tersebut.
D.
PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH
Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan
pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu
masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini
diciptakan seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama Jhon Dewey.
Metode ini dinamakan Problem Method. Sedangkan Crow&Crow dalam
bukunya Human Development and Learning, mengemukakan nama metode ini
dengan Problem Solving Method.
Sebagai prinsip dasar dalam metode ini adalah perlunya
aktifitas dalam mempelajari sesuatu. Timbulnya aktifitas peserta didik kalau
sekiranya guru menjelaskan manfaat bahan pelajaran bagi peserta didik dan
masyarakat.
Dalam bukunya “school and society” John Dewey
mengemukakan bahwa keaktifan peserta didik di sekolah harus bermakna artinya
keaktifan yang disesuaikan dengan pekerjaan yang biasa dilakukan dalam
masyarakat.Alasan penggunaan metode problem solving bagi peneliti adalah dengan
penggunaan metode problem solving siswa dapat bekerja dan berpikir sendiri
dengan demikian siswa akan dapat mengingat pelajarannya dari pada hanya
mendengarkan saja.
E.
TEKNIK PEMBELAJARAN DISKUSI
Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang
digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat berbagai metode
yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Guru harus memahami
berbagai metode pembelajaran agar guru dapat memilih dan menggunakan metode
yang tepat sesuai dengan materi dan tujuan pembelajarannya. Metode pembelajaran
yang digunakan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
proses berpikir dan mengungkapkan pendapat. Salah satu metode yang dapat
digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik yaitu metode diskusi.
Diskusi merupakan komunikasi seseorang berbicara satu dengan yang lain ,saling
berbagi gagasan dan pendapat. Menurut Suryosubroto (1997: 179), adalah suatu
percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang bergabung dalam suatu kelompok,
untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari
pemacahan mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah. Metode diskusi
mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat, dengan tujuan agar siswa
dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal, tanpa ada aturan-aturan
yang terlalu keras, namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama
F.
TEKNIK PEMBELAJARAN TANYA JAWAB
Metode tanya-jawab ialah penyampaian pelajaran dengan
cara guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. Dalam metode tanya-jawab
terdapat kelemahan dan kelebihan, sehingga seorang guru benar-benar harus
memperhatikan kesesuaian materi pelajaran dengan metode yang akan digunakan.
Dalam menggunakan metode tanya-jawab, ada beberapa hal
yang harus diperhatikan. Pertama, jenis pertanyaan; kedua, teknik mengajukan
pertanyaan; ketiga, memperhatikan syarat-syarat penggunaan metode tanya-jawab
sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah yang benar;
keempat, memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan metode tanya jawab, di
antaranya prinsip keserasian, integrasi, kebebasan, dan individual.
Prinsip-prinsip ini adalah dasar atau landasan yang bisa dipergunakan dalam
metode tanya-jawab. Di samping itu, metode tanya-jawab juga bisa dikombinasikan
dengan metode lain, seperti metode ceramah, pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain
G.
TEKNIK PEMBELAJARAN PENUGASAN
Salah satu metode yang digunakan dalam
pembelajaran adalah metode resitasiterstruktur. Imansjah Alipandie
(1984:91) dalam bukunya yang berjudul “Didaktik Metodik Pendidikan Umum”
mengemukakan bahwa :”Metode resitasi terstruktur adalah cara untuk
mengajar yang dilakukan dengan jalan memberi tugas khusus kepada
siswa untuk mengerjakan sesuatu di luar jam pelajaran. Pelaksanaannya bisa dirumah,
diperpustakaan, dilaboratorium, dan hasilnya dipertanggungjawabkan.”
Metode resitasi terstruktur merupakan salah
satu pilihan metode mengajar seorang guru, dimana guru memberikan
sejumlah item tes kepada siswanya untuk dikerjakan di luar jam pelajaran.
Pemberian item tes ini biasanya dilakukan pada setiap kegiatan belajar mengajar
di kelas, pada akhir setiap pertemuan atau akhir pertemuan di kelas.
Pemberian tugas ini merupakan salah satu
alternatif untuk lebih menyempurnakan penyampaian tujuan pembelajaran khusus.
Hal ini disebabkan oleh padatnya materi pelajaran yang harus disampaikan
sementara waktu belajar sangat terbatas di dalam kelas. Dengan banyaknya
kegiatan pendidikan di sekolah dalam usaha meningkatkan mutu dan frekuensi isi
pelajaran, maka sangat menyita waktu siswa utnuk melaksanakan kegiatan belajar
mengajar tersebut. Rostiyah (1991:32) menyatakan bahwa untuk mengatasi keadaan
seperti diatas, guru perlu memberikan tugas-tugasdiluar jam pelajaran.
Sumiati Side (1984:46) menyatakan bahwa pemberian tugas-tugas berupa
PR mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar Bahasa
Indonesia.
H.
TEKNIK PEMBELAJARAN DEMONSTRASI
Teknik demonstrasi merupakan teknik mengajar dimana
seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses. Pada
pembelajaran demonstrasi ini ada kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya,
yaitu :
Kelebihan teknik demonstrasi
·
Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran
yang diberikan
·
Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu
diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit
·
Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat
belajar
·
Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh
pengalaman langsung.
Kelemahan teknik
demonstrasi
·
Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang
tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa
·
Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan
berlangsung terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar