MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS MULTIMEDIA
Multimedia
adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari
teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi.
Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan
multimedia interaktif.
Multimedia
linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol
apapun yang dapat dioperasikan oleh penguna. Multimedia ini berjalan sekuensial
(berurutan), contohnya: TV dan film.
Multimedia
interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang
dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang
dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah:
multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll. Sedangkan pembelajaran
diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya
proses belajar.
TAHAP PENGEMBANGAN
MULTIMEDIA
Bila
kita ingin menerapkan pembelajaran berbasis multimedia ada beberapa tahapan
pengembangan yang perlu dilakukan (Sutopo, 2003) yaitu: concept, design,
material, collecting, assembly, testing dan distribution.
a. Concept.
Tahap untuk menentukan tujuan dan siapa pengguna program (identifikasi
audience, dalam hal ini tentunya siswa). Selainitu menentukan macam aplikasi
(presentasi, interaktif, dll) dan tujuan aplikasi (hiburan, pelatihan,
pembelajaran, dan lainnya);
b. Design.
Tahap membuat spesifikasi mengenai arsitektur program, gaya, tampilan dan
kebutuhan material/bahan untuk prgoram;
c. Material
Collecting. Tahap di mana pengumbulan bahan yang sesuai dengan kebutuhan
dilakukan. Tahap ini dapat dikerjakan paralel dengan tahap assembly atau dengan
tahap linier;
d. Assembly.
Tahap di mana semua objek atau bahan multimedia dibuat. Proses
pembuatan/produksi melibatkan tenga spesialis yang terampil atau mampu
memanfaatkan berbagai jenis software. Pembuatan aplikasi multimedia ini
berdasarkan storyboard dan struktur navigasi yang berasal dari tahap desain;
e. Testing.
Dilakukan setelah selesai tahap pembuatan (assembly) dengan menjalankan
aplikasi/program dan dilihat apakah ada kesalahan atau tidak. Tahap ini disebut
juga sebagai tahap pengujian alpha (alpha test) di mana pengujian dilakukan
oleh pembuat atau lingkungan pembuatnya sendiri;
f. Distribution.
Tahapan di mana aplikasi disimpan dalam suatu media penyimpanan. Pada tahap ini
jika media penyimpanan tidak cukup untuk menampung aplikasinya, maka dilakukan
kompresi terhadap aplikasi tersebut;